Mendakwahkan Pelestarian Alam dan Habitat Orangutan
Siborongborong, Kamis, 4 Februari 2010
Puluhan pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mendapat pembekalan spritual ekologi (ekoteologi) dan penulisan artikel konservasi bergenre esai dengan tujuan memberikan pencerahan kepada para jemaatnya untuk berkontribusi dalam pelestarian hutan, terutama perlindungan orangutan dan habitatnya.
Pembekalan diberikan dalam Lokakarya Konservasi Hutan Batang Toru yang diselenggarakan oleh HKBP bekerjasama dengan Orangutan Conservation Service Program (OCSP), di Jetun Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara, pada 2-5 Februari 2010.
Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt Dr Binsar Nainggolan mengatakan, selama ini HKBP melalui Diakoinianya telah berperan besar untuk terlibat dalam konservasi alam dan isinya, karena gereja mengajarkan jemaatnya untuk menjaga citra Tuhan melalui alam semesta ciptaan-Nya. Etika lingkungan dalam iman Protestan, katanya, mengajarkan manusia untuk berdamai.
“Para pendeta jangan membicarakan sorga melulu. Tanggung jawab penting lainnya adalah memberikan pendidikan ekologi kepada jemaatnya, karena memelihara alam dan makhluk ciptaannya merupakan firman Tuhan. Bila hutan di sekitar daerah Anda rusak, Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kepada diri Anda sekalu pelayan umat,” kata Pdt Binsar Nainggolan dalam presentasinya, Kamis (4/2).
Deputy Chief of Party OCSP, Dr Jamartin Sihite mengatakan, pihaknya melihat HKBP sudah memiliki komitmen tiinggi dalam pelestarian hutan, yang dibuktikan dengan adanya konvensi HKBP untuk pelestarian lingkungan. “OCSP bersama HKBP akan memperkuat peran gereja dalam melestarikan hutan, terutama habitat Orangutan Sumatera,” jelas Sihite.
Untuk membekali para pendeta dalam menyampaikan dakwah ekologi melalui tulisan, Specialist Communication OCSP Regional Sumatera, Erwinsyah, memberikan pelatihan menulis esai dakwah ekologi yang ringan dan tidak menggurui.
“Pembekalan menulis ekologi lebih ditekankan pada esai pengalaman hidup manusia sehari-hari yang diberikan pemaknaan pesan-pesan moral secara tersirat, sehingga dakwah yang disampaikan mudah dicerna, menyentuh dan tidak menggurui pembaca,” kata mantan jurnalis itu.
Para pendeta HKBP juga diberikan pembekalan tentang kearifan lokal masyarakat Tapanuli dalam pelestarian hutan, sebagai potensi sosial yang perlu terus didorong dan dikembangkan oleh para pelayan gereja. (win)
Diskusi
Belum ada komentar.